IMPLEMENTASI PERISTIWA BELAJAR GAGNE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS



Gagne adalah seorang ahli psikologi pendidikan dengan teorinya yang terkenal yaitu Condition of Learning. Teorinya menjelaskan tiga hal, yaitu taksonomi hasil belajar, kondisi belajar khusus, dan peristiwa pembelajaran. Ia  adalah salah seorang ahli teori belajar (learning theorist) yang namanya dapat disejajarkan dengan nama-nama besar dan terkenal lain di zamannya seperti Jean Piaget, J.F. Guilford, Zoltan P. Dienes, Richard R. Skemp, David P. Ausubel, Jerome Bruner, Burrhus F. Skinner, maupun Lev. S. Vygotsky.

Dalam proses pembelajaran, guru harus sudah menentukan atau menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai (Dahar, 1988:162). Tujuan yang dimaksud Dahar tersebut, dalam teori Gagne, tersusun secara hirarki. Proses pembelajaran harus dicapai dengan melewaki hirarki tersebut. Apa yang dipaparkan Dahar di atas dapat diperjelas dengan tulisan Resnick dan Ford (1984) berikut ini: “A hierarchy is generated by considering the target task and asking: “What would (this child) have to know and how to do in order to perform this task…?”.

Karena itu, hirarki belajar menurut Gagne harus disusun dari atas ke bawah atau top down (Orton,1987). Dimulai dengan menempatkan kemampuan, pengetahuan, ataupun keterampilan yang menjadi salah satu tujuan dalam proses pembelajaran di puncak dari hirarki belajar tersebut, diikuti kemampuan, ketrampilan, atau pengetahuan prasyarat (prerequisite) yang harus mereka kuasai lebih dahulu agar mereka berhasil mempelajari ketrampilan atau pengetahuan di atasnya itu. Hirarki belajar dari Gagne memungkinkan juga prasyarat yang berbeda untuk kemampuan yang berbeda pula (Orton, 1987). Sebagai contoh, pemecahan masalah membutuhkan aturan, prinsip dan konsep-konsep terdefinisi sebagai prasyaratnya, yang membutuhkan konsep konkret sebagai prasyarat berikutnya, yang masih membutuhkan kemampuan membedakan (discriminations) sebagai prasyarat berikutnya lagi.

Dalam belajar Bahasa Inggris, anak juga harus melewati beberapa tahap atau fase pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar. Hal ini berkaitan dengan kemampuan perolehan bahasa (language acquisition). Di Indonesia, Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang diajarkan sejak kelas empat sekolah dasar. Pemerolehan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing diajarkan dengan tahapan-tahapan pembelajaran sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan belajar bahasa asing menjadi kebiasaan.

Makalah ini akan membahas secara singkat tentang bagimana peristiwa belajar menurut Gagne diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Teori belajar nine instructional events Robert. M. Gagne ini membantu para guru untuk memahami proses belajar yang terjadi di dalam diri peserta didik sehingga dapat mempengaruhi dan memperlancar proses belajar Bahasa Inggris.

Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk menjelaskan implementasi dari teori peristiwa belajar menurut Robert M. Gagne dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

 

PEMBAHASAN 

Belajar adalah suatu proses yang kompleks dan terjadi pada semua orang serta berlangsung seumur hidup. Karena kompleksnya masalah belajar, banyak sekali teori yang berusaha menjelaskan bagaimana proses belajar itu terjadi. Setiap teori memiliki konsep atau prinsip-prinsip sendiri tentang belajar dan mempengaruhi bentuk sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran (Warsita, 2008:1).

Dalam bukunya yang berjudul ”The Conditions of Learning(1965), Gagne mengidentifikasikan mengenai kondisi mental seseorang agar siap untuk belajar. Ia mengemukakan apa yang dinamakan dengan ”nine events of instruction” atau sembilan langkah/peristiwa belajar. Sembilan langkah/peristiwa ini merupakan tahapan-tahapan yang berurutan di dalam sebuah proses pembelajaran. Tujuannya adalah memberikan kondisi yang sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Gagne (1972) mengemukakan bahwa: “learning is a change inhuman disposition or capacity, which persist over a period time, and which is not simply ascribable to process of growth”. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne berpendapat bahwa belajar dipengaruhi oleh factor dari luar dan factor dari dalam diri dan keduanya saling berinteraksi (Warsita, 2008:2).

Gagne (1972) mendefinisikan belajar adalah mekanisme dimana seseorang menjadi anggota masyarakat yang berfungsi secara kompleks. Kompetensi yang diperlukan meliputi skill, pengetahuan, attitude (perilaku), dan nilai-nilai yang diperlukan oleh manusia, sehingga belajar adalah hasil dalam berbagai macam tingkah laku yang selanjutnya disebut kapasitas.

Peristiwa pembelajaran (instructional events) menurut Gagne adalah peristiwa dengan urutan sebagai berikut: (1) Gaining Attention; yaitu upaya atau cara untuk meraih perhatian siswa, (2) Informing learner of the objectives; memberitahukan siswa tujuan pembelajaran yang akan mereka capai/peroleh, (3) Stimulating Recall of Prior Learning; guru biasa menyebutnya dengan appersepsi, yaitu merangsang siswa untuk mengingat pelajaran terkait sebelumnya dan menghubungkannya dengan apa yang akan dipelajari berikutnya, (4) Presenting Stimulus; setelah itu mulailah dengan menyajikan stimulus, (5) Providing Learning Guidance; berikan bimbingan belajar, (6) Eliciting Performance; tingkatkan kinerja, (7) Providing Feedback; berikan umpan balik, (8) Assessing Performance; mengukur capaian hasil belajar, (9) Enhancing Retention and Transfer; tingkatkan capaian hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan untuk dicapai.

Agar kesembilan langkah/peristiwa itu berarti dan memberi makna yang dalam bagi siswa, maka guru harus melakukan apa yang memang harus dilakukan. Dengan kata lain menyediakan suatu pengalaman belajar atau apapun namanya agar kondisi mental siswa itu terus terjaga untuk kepentingan proses pembelajaran. Apa yang dikemukan oleh Gagne itu akan berarti jika kita guru mampu menyediakan sesuatu yang memang dibutuhkan.

kegiatan pembelajaran dibagi menjadi tiga yaitu Pre-Activities, Main Activities, dan Post Activities. Dalam pre-activities meliputi peristiwa belajar gaining attention, informing learner of the objectives, dan Stimulating recall of prior learning. Sedangkan dalam main activities meliputi peristiwa belajar presenting stimulus, providing learning guidance, eliciting performance. Dan pada post-activities mencakup peristiwa belajar providing feedback, assessing performance, enhancing retention and transfer.

Selain itu, teori pembelajaran Gagne (1985) menekankan pada prosedur pembelajaran yang telah terbukti berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu:

  1. Belajar merupakan suatu kumpulan proses yang bersifat individu yang merubah stimulus yang dating dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang;
  2. Kemampuan yang merupakan hasil belajar ini dapat dikategorikan bersifat praktis dan teoritis;
  3. Peristiwa-peristiwa di dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses belajar dapat dikelompokkan ke dalam kategori umum, tanpa memperhatikan hasilbelajar yang diharapkan. Namun tiap-tiap hasil belajar memerlukan peristiwa belajar khusus untuk dapat terbentuk.

Dari uraian di atas tampak bahwa teori pembelajaran merupakan suatu kumpulan prinsip yang terintegrasi dan memberikan petunjuk untuk mengatur kondisi siswa agar mudah belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. Prinsip-prinsip pembelajaran dapat diterapkan dalam pembelajaran. Seperti halnya Sembilan peristiwa belajar Gagne yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris.

Pembelajaran Bahasa Inggris dengan mengintegrasikan teori peristiwa belajar Gagne sangat tepat untuk diimplementasikan. Karena proses pembelajaran akan mengarah pada apa yang dibutuhkan siswa dan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Selain itu, peninkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap akan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman.

Dengan penerapan sembilanperistiwa belajar ini, guru dituntut untuk dapat membangkitkan motivasi belajar pada diri siswa. Motivasi mempengaruhi belajar dan unjukkerja siswa. Oleh karena itu, siswa perlu dimotivasi dengan mengaitkan tugas dan pengalaman pribadinya. Kemudian mendorong peserta didik untuk mengaitkan antara usaha dan hasil yang dicapai.

Dalam belajar Bahasa Inggris, anak juga harus melewati beberapa tahap atau fase pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar. Hal ini berkaitan dengan kemampuan perolehan bahasa (language acquisition). Di Indonesia, Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang diajarkan sejak kelas empat sekolah dasar. Pemerolehan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing diajarkan dengan tahapan-tahapan pembelajaran sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan belajar bahasa asing menjadi kebiasaan.

Kesimpulan

Sebagai penutup, berikut ini beberapa kesimpulan yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Teori belajar Robert M. Gagne ini membantu guru untuk memahami proses belajar yang terjadi di dalam peserta didik,mengerti kondosi-kondisi dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dan memperlancar proses belajar.
  2. Belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu yang merupakan hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan.
  3. Ada Sembilan peristiwa belajar Gagne yaitu: (1) Gaining Attention; yaitu upaya atau cara untuk meraih perhatian siswa, (2) Informing learner of the objectives; memberitahukan siswa tujuan pembelajaran yang akan mereka capai/peroleh, (3) Stimulating Recall of Prior Learning; guru biasa menyebutnya dengan appersepsi, yaitu merangsang siswa untuk mengingat pelajaran terkait sebelumnya dan menghubungkannya dengan apa yang akan dipelajari berikutnya, (4) Presenting Stimulus; setelah itu mulailah dengan menyajikan stimulus, (5) Providing Learning Guidance; berikan bimbingan belajar, (6) Eliciting Performance; tingkatkan kinerja, (7) Providing Feedback; berikan umpan balik, (8) Assessing Performance; mengukur capaian hasil belajar, (9) Enhancing Retention and Transfer; tingkatkan capaian hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan untuk dicapai.
  4. Teori belajar Gagne tersebut dapat dijadikan acuan atau landasan dalam melakukan intervensi pembelajaran Bahasa Inggris, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan dan proses pembelajaran melalui pengembangan system instruksional.

 

Daftar Pustaka

Dahar, Ratna Willis. 1988. Teori-Teori Belajar. Jakarta: P2LPTK.

Gagne, Robert M. 1977. The Conditions of Learning. New York: Holt, Rinehart, and Winston.

Gagne, Robert M. 1985. The Cognitive Psychology of School Learning. Boston Toronto: Little Brown Company.

Orton, A. 1987. Learning Mathematics. London: Casel Educational Limited.

Pidarta, Made. 1997. Landasan Pendidikan: Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Warsita, Bambang. 2008. Teori Belajar Robert M. Gagne dan Implikasinya pada Pentingnya Pusat Sumber Belajar. Jurnal Teknodik, 12(1):65-79.

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s