PENGEMIS KECIL


Beberapa kali si pengemis cilik datang ke rumah Ndoro Suryo dan meminta sedekah. Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali diberi. Untuk yang kelima kalinya, pengemis cilik itu dibentak dan akan ditempeleng Nodro Suryo.
Namun, pengemis cilik itu tetap tertawa dan gembira. Ndoro Suryo bertanya, “mengapa kamu saya marahi malah tertawa?”. “saya tertawa karena baru kali ini ada orang, apalagi Ndoro Suryo memperhatikan saya.”
“Bagaimana?” tanya Ndoro Suryo.
Pengemis cilik itu bercerita bahwa ia seorang yatim piatu, tidak punya sanak saudara di kota besar ini. Mau bekerja tidak mungkin karena umurnya belum genap sewindu. Ia mengakhiri ceritanya dengan berucap, “saya tidak mau mati kelaparan, lebih baik jadi pengemis dari pada jadi pencuri”.
Ndoro Suryo tersentuh hatinya dan berpikir, dia miskin, tapi tidak putus asa, tidak murung dan tidak sedih, malah bisa tertawa dengan bahagia.

One thought on “PENGEMIS KECIL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s