Karena Engkau adalah Guruku


Jika aku mencium tanganmu
Dengan hidung sempurna
Bukan berarti aku penjilat
Tapi karena di sepuluh jemarimu
Kulihat mawar mengembang
Menebar wangi
Wangi sejati

Jika aku diam menatapmu
Bukan berarti aku si manis dungu
Tapi karena aku sedang mendulang mutiara
Di antara telaga bibirmu yang jernih

Jika aku mengangguk sambil tersenyum
Bukan berarti aku penggoda
Tapi karena asyik menyarikan buliran cinta
Yang berbiak di lautan hatimu

Jika dalam setiap tarikan nafasku
Kukirimkan engkau salam kerinduan
Bukan berarti aku ingin disebut ‘kekasih’
Tapi karena cintamu
Mengkristal dalam darahku

Jika aku menunduk di hadapanmu
Bagai anak pada ayahnya
Itu karena engkau adalah guruku
Hidup abadi dalam hatiku

By. Harun Al Rasyid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s