Senyum


Senyum hangat itu telah mengalahkan dinginnya cuaca pagi ini. Oh God.. permainan apa sebenarnya yg sedang aq hadapi. Logika ku tidak bisa menangkap apa yg Engkau persiapkan untukku.

Dipertemukan sesaat lalu terpisah lama, bertemu kembali dan berpisah dan bertemu lagi. Cuaca berubah. Hari berganti. Rona dan irama hidup bermetamorfosis. Semua baru. Hanya satu yang utuh dan tetap sama. Senyum itu.. ya senyum itu selalu begitu.

Kulit cerah.. mata indah.. dan senyum manis.. manis sekali.
Seluruh sel tubuh ini bekerja otomatis dari remote senyuman itu. Ada medan magnet yg dahsyat menarik perhatian dan seluruh pikiranku. Semua terpusat pada satu titik. Senyum itu. God.. save me from this craziness.

Kupastikan dia akan berlarian jumpalitan di kepalaku hari ini. Bahkan bisa jadi sampai besok pagi, dan besok nya lagi. Setelah lama tidak bertemu. Aq pun jadi penasaran. Siapa sekrang yang mengisi hati dan pikirannya? Siapa orang yang selalu ia rindukan menjelang tidurnya?. Sudah pasti bukan aq. Jelas aq tidak ada dalam daftar orang di hatinya. Pikiranku mulai nakal, bagaimana kalo tidak kululuskan saja dia pada tes kali ini, jadi aq masih punya kesempatan melihat dia ntah besok atau lusa. Dia kemari memang untuk tes. Bukan kebetulan atau semata ingin bersua. Hanya tes.

Sekarang aq sedang di awang-awang tepat 4 menit sebelum tes ini berakhir. Begitu waktu tes selesai. Pasti aq akan terjun dari awan indah ini dan kembali ke bumi. Di awan ini semuanya terasa indah dan bahagia. Terang saja.. karena awan ini hanyalah hayalan.

Begitu waktu selesai akan ku putar lagu “Who Says” by John Mayer. Biar menjadi soundtrack perpisahan kami untuk yang ke sekian kalinya.

Dan diapun berlalu.

What…? She is back…!! Dia memang paling pintar membuatku terbang melayang. Dalam gamis orange itu dia begitu menawan. Begitu menggoda.. sekrang aq benar-benar salah tingkah dibuatnya. Disodorkan tangan halus nan lembut itu. Karena salah tingkah, ku tepuk saja dan tanganku pun mendarat ditelapak tangannya. Sorotan mata dan hidung besarnya menusuk lurus ke dalam bilik-bilik jantungku, sehingga membuatnya berdetak lebih kencang.. kencang sekali.

Pertemuan pun terpaksa diakhiri dengan sms nomor baru ponselnya di hape ku. Bahagia..bahagia sekali…🙂

One thought on “Senyum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s