Pengantar Pembelajaran Gerak dan Kontrol


Pembelajaran gerak dan kontrol menitikberatkan pada proses pemerolehan gerak dan kontrol serta memberikan dasar untuk pengembangan strategi instruksional yang efektif yang  dapat memfasilitasi pembelajaran dan performance. Dengan  mempelajari buku ini, Anda akan mengetahui bahwa gerakan manusia adalah sebuah fenomena kompleks yang merupakan fungsi dari interaksi tiga unsur: manusia , tugas dan lingkungan.

Ketika menilai  performance  dan membuat keputusan instruksional, anda harus ingat bahwa masing-masing unsur diatas tidak bisa berdiri sendiri . Oleh karena itu praktisi ditantang tidak hanya  sekadar membaca dan mengembangkan pemahaman dasar teoritis yang disajikan dalam teks ini. Sebaliknya, anda ditantang untuk menemukan kembali diri Anda sebagai spesialis gerak manusia dengan mengembangkan pengetahuan anda mengenai gerak dan control, sehingga anda dapat memberdayakan peserta didik dan memaksimalkan potensi mereka.

Pembelajaran gerak, kontrol dan performance

             Bagaimana persisnya seseorang memperoleh keterampilan motorik? apa yang menyebabkan  proses sistem muskuloskeletal menghasilkan gerak yang kita inginkan? variabel apa yang memfasilitasi atau menghambat pemerolehan  suatu keterampilan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menggiring kita pada  suatu studi lapangan yang dikenal dengan  pembelajaran gerak. pembelajaran gerak adalah studi tentang proses yang terkait dengan pemerolehan gerak, penyempurnaan keterampilan motorik dan variabel yang membantu atau menghalangi pemerolehan gerak tersebut . Bidang yang terkait dengan pembelajaran gerak ini adalah kontrol gerak, yang menitikberatkan  kajian pada saraf, aspek fisik dan perilaku gerak manusia. Pemahaman dari kedua hal inilah yang diperlukan untuk mempelajari secara lengkap mengenai pemerolehan ketrampilan gerak. Pemahaman seperti ini memberikan pengetahuan dasar bagi praktisi mengenai mengapa perilaku tertentu muncul, serta memberikan arahan untuk menilai performance, memberikan instruksi efektif dan merancang latihan optimal, rehabilitasi, dan pengalaman pelatihan.

Apakah yang disebut pembelajaran?

Bila dihubungkan dengan gerak, defenisi pembelajaran adalah perubahan yang relatif permanen dalam kemampuan seseorang untuk melakukan keterampilan gerak sebagai hasil dari praktek atau pengalaman. Kita tidak bisa melihat pembelajaran  itu sendiri karena  prosesnya  berlangsung internal yang bisa kita amati adalah hasil dari pembelajaran tersebut. Inilah yang disebut performance. Performance adalah tindakan pelaksanaan keterampilan. Melalui observasi, kita  dapat menyimpulkan apakah seseorang telah mempelajari suatu keterampilan. Kesimpulan ini didasarkan pada perubahan yang terjadi pada performance seseorang dari waktu ke waktu, seperti peningkatan kemampuan dan konsistensi gerakannya. Kita harus cermat, agar kesimpulan yang dibuat akurat.

Hakekat keterampilan motorik

             Untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan keterampilan dan performance, pertama, kita harus mendefinisikan istilah skill (keterampilan). Perlu diingat bahwa definisi suatu istilah sangat tergantung pada konteks di mana ia digunakan. Istilah  skill (keterampilan) dapat digunakan untuk menggambarkan kualitas performance seseorang. jika ada  seseorang yang dikatakan  terampil, berarti orang tersebut telah mencapai tingkat kemahiran yang tinggi.

Keterampilan gerak harus memenuhi empat kriteria.

(1)  memiliki tujuan,

(2)   adanya tubuh dan gerak dari anggota tubuh yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

(3)  bersifat sukarela,

(4)  keterampilan gerak berkembang karena latihan.

 Klasifikasi keterampilan

Untuk membantu praktisi memahami hakikat keterampilan motorik, beberapa sistem klasifikasi atau taksonomi telah dikembangkan berdasarkan unsur-unsur yang sama. Dengan memahami hubungan antara beragam keterampilan, para praktisi akan lebih mudah merencanakan pembelajaran dan mempraktikkan pengalamannya serta sebagai titik awal untuk penilaian performance.

Keterampilan gerak halus vs keterampilan gerak kasar.

                        Sistem  klasifikasi yang sering digunakan dalam pendidikan jasmani dan perkembangan motorik adalah sistem klasifikasi yang membedakan antara keterampilan motorik halus dan keterampilan motorik  kasar. Skema ini didasarkan pada  ketepatan gerak dan ukuran dari otot-otot yang diperlukan untuk menunjang performance. Keterampilan motorik halus merupakan gerak yang sangat akurat dan tepat, serta menggunakan otot yang lebih kecil. Keterampilan motorik halus ini cenderung bersifat manipulatif, contoh menjahit, memasang memori ke dalam komputer, memeriksa gigi, dll. Sementara  keterampilan motorik kasar menggunakan otot yang lebih besar, tidak begitu menekankan ketepatan dan banyak menggunakan gerak anggota tubuh. Contoh, berlari, melompat, yang umumnya dikenal sebagai keterampilan motorik dasar dalam pendidikan jasmani.

Sementara sistem klasifikasi  ini mengelompokkan keterampilan menjadi keterampilan gerak halus dan gerak kasar, banyak keterampilan yang memerlukan gabungan otot besar dan otot  kecil, misalnya pada permainan bowling, otot-otot kaki mendorong tubuh ke depan dan lengan mengayun untuk meluncurkan bola. Sementara, keterampilan gerak halus diperlukan untuk memanipulasi putaran bola saat diluncurkan. Kontrol motorik halus memiliki dampak signifikan pada kemahiran seseorang dalam melaksanakan suatu keterampilan (Isaacs Dan Payne, 1999), oleh karena itu, tingkat kontrol motorik halus yang ditampilkan saat tampil dapat digunakan untuk menilai perkembangan keterampilan .

Selain itu, yang menjadi perhatian praktisi adalah fakta bahwa anak cenderung mencapai keterampilan gerak kasar sebelum mengembangkan ketrampilan gerak halus( Eichstaedt dan Kalakian,1993 ). Kesiapan perkembangan juga harus menjadi pertimbangan saat mendesain kemajuan pembelajaran, dengan urutan dimana komponen-komponen ketrampilan diperkenalkan. (transfer dari keterampilan gerak kasar ke  keterampilan gerak halus).

Sifat pengaturan Gerak

Taksonomi  kedua mengklasifikasikan keterampilan berdasarkan jenis pengaturannya. Pertama disebut keterampilan diskrit  (khusus) adalah keterampilan yang  titik awal dan titik akhir jelas. contoh ayunan golf, bergerak dari duduk ke berdiri.

Kedua disebut  keterampilan serial, yaitu keterampilan gerak yang terdiri atas beberapa keterampilan khusus yang diintegrasikan dalam satu performance. Seperti gerakan melange pada balet klasik, gerakan melompat pada skating. Ketiga, keterampilan kontinu (berkesinambungan) adalah keterampilan yang titik awal dan titik akhirnya ditentukan  oleh faktor lingkungan, seperti bersepeda, meluncur, mendayung, gerak di kursi roda dan menjiplak gambar.

Karena keterampilan serial adalah urutan kolektif beberapa keterampilan diskrit, kompleksitasnya lebih besar dari keterampilan diskrit tunggal.  Namun berdasarkan sifatnya, keterampilan serial dapat disederhanakan dengan melatih beberapa komponen gerakan  secara terpisah.  Akan tetapi, waktu  yang diperlukan untuk melatih komponen-komponen tersebut harus dibatasi sebab kesuksesan performance baik  pada keterampilan serial dan ketampilan kontinu tergantung pada kemampuan pemain untuk menggabungkan gerakan (Rink, 1998). Akibatnya, latihan  harus menekankan  pada urutan keseluruhan gerak serta kombinasi gerak yang mungkin.  Sehingga peserta didik dapat memahami bagaimana komponen keterampilan berinteraksi, dan mereka mampu menyesuaikan gerak mereka dalam berbagai situasi (Rink, 1998).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s