TEORI BEHAVIORIAL KONTROL GERAK


Koordinasi dan Kontrol

Kompleksitas yang menentukan bagaimana keterampilan gerak diperoleh dan dilaksanakan dikenal sebagai derajat masalah kebebasan (Bernstein, 1967). Dalam tubuh, banyak sendi yang mampu bergerak secara independen pada satu atau lebih arah. Aplikasinya, tiap-tiap sendi setidaknya memiliki satu derajat kebebasanyang harus dikendalikan untuk melaksanakan gerakan yang diinginkan. Namun, masing-masing  sendi juga memiliki sejumlah otot-otot di sekitarnya, dan masing-masing otot berisi ratusan unit gerak (sebuah unit motor berisi neuron motor dan semua sel-sel otot yang distimulasinya; Marieb & Mallat, 2002). Semua unsur independen (saraf, otot, dan gerakan sendi kemungkinan)  ini harus dibatasi  untuk membentuk pola gerakan terorganisir yang harus dikontrol untuk mencapai tujuan tertentu. Bila ditinjau dari perspektif ini, tugas yang tampaknya sederhana menjadi hal yang rumit.

Proses membatasi derajat kebebasan untuk mengatur pola gerak secara efektif untuk mencapai tujuan tugas didefinisikan sebagai koordinasi (Sparrow, 1992; Turvey, 1990). Namun koordinasi saja tidak bisa  memecahkan masalah yang berkaitan dengan gerak. Variabel dalam pola gerak seperti berapa keras dorongan, kapan harus mulai dan kapan harus selesai, dan seberapa cepat gerakan harus diselesaikan juga menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan. Manipulasi variabel dalam gerakan untuk memenuhi tuntutan situasi tertentu dikenal sebagai kontrol. Oleh karena itu performance gerak yang terampil tidak hanya menuntut  pengaturan derajat kebebasan, tetapi juga mengontrol gerak yang dihasilkan. Akibatnya, pengembangan pola koordinasi dan kontrol harus dipertimbangkan jika kita ingin memahami penerimaan dan performance keterampilan gerak (Vereijken, Whiting & Beek, 1992).

Keterampilan gerak: pusat perintah atau interaksi dinamis

           Saat ini,  ada dua teori dominan  yang memberikan penjelasan bagaimana keterampilan gerak dikoordinasikan dan dikendalikan. Pertama keberadaan pusat perintah di otak yang berpikir untuk membuat keputusan tentang gerakan. Ketika keputusan telah dibuat, rencana gerak yang sesuai akan diambil dari memori dan instruksi dikirim ke seluruh tubuh untuk melakukan tindakan. Teori kedua menyatakan bahwa rencana yang dibuat oleh pusat perintah tidak mungkin dilaksnakan untuk semua variasi dan penyesuaian dalam keterampilan gerak, dan bahwa beban pada memori akan terlalu besar. Sebaliknya, hasil keterampilan gerak muncul dari interaksi dinamis variabel dalam tubuh, lingkungan dan keterampilan.

Program gerak.

Program gerak adalah representasi abstrak dari rencana gerakan,  yang disimpan dalam memori, berisi semua perintah  gerak yang diperlukan untuk melakukan tindakan yang dimaksud. Teori awal program gerak menyatakan  bahwa untuk setiap gerak yang akan dibuat, ada program gerak terpisah yang disimpan di memori. Ketika tindakan spesifik diperlukan, program yang tepat diambil dari memori dan dilaksanakan.

Namun and dua masalah yang muncul saat gagasan program gerak diuji lebih cermat. Pertama meliputi penyimpanan. Jika ada program gerak untuk setiap gerak serta variasinya, kemungkinan ruang penyimpanan memori terbatas. Masalah kedua terletak pada respon terhadap sesuatu yang baru atau asing. Jika gerak atau variasinya belum pernah dilakukan sebelumnya, darimana program untuk tindakan tertentu berasal   ?

Program  gerak umum

Tidak seperti penulis teori program gerak sebelumnya, Schmidt (1975) mengusulkan bahwa setiap gerakan tidak memerlukan program gerak terpisah untuk pelaksanaannya dan program gerak lebih bersifat umum. Program gerak umum ini menggambarkan pola gerak yang dapat dimodifikasi untuk menghasilkan berbagai respon. Akibatnya, beberapa unsur dari prgram gerak umum (disebut fitur invarian) relatif tetap dari satu usaha ke usaha berikutnya, dalam merumuskan program gerak itu sendiri, sementara yang lain (disebut parameter) lebih fleksibel dan menjelaskan pelaksanaan program (Schmidt, 1985).

Fitur invarian (tidak bervariasi)

Fitur invarian, mirip dengan sidik jari. Seperti sidik jari kita yang bisa mengidentifikasi  diri kita masing-masing, program gerak itu sendiri dapat diidentifikasi  menjadi tiga fitur invarian: urutan tindakan, waktu dan kekuatan.

Parameter
Fitur program gerak yang fleksibel dan menjelaskan cara menjalankan program ini disebut parameter. Parameter mudah dimodifikasi dari satu performance ke performance lain untuk menghasilkan variasi respon gerak. Ada tiga parameter: durasi keseluruhan, kekuatan keseluruhan, dan pemilihan otot.
Waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan keterampilan gerak yang telah dipelajari bisa meningkat atau menurun sesuai dengan perubahan pada parameter durasi secara keseluruhan. Demikian pula, kekuatan keseluruhan dan amplitudo (ukuran gerakan) dapat dimodifikasi. Misalnya, perenang dapat meningkatkan kecepatan kayuhan secara saat mereka mendekati garis finish. Terakhir, spesifikasi otot dan anggota badan untuk melakukan gerakan ini dianggap sebagai parameter.

Menentukan Nilai Parameter -Skema

Skema adalah aturan atau hubungan yang mengarah  pada pembuatan keputusan ketika seorang dihadapkan pada masalah gerak. Perkembangan skema merupakan hasil akumulasi pengalaman dari sejumlah tindakan. Semakin banyak gerak yang dihasilkan semakin berkembang peraturan. Menurut konsep skema, pada setiap usaha sadar, anda memproses empat potongan informasi. Potongan informasi pertama melibatkan kondisi awal yang hadir pada permulaan gerakan. Informasi ini meliputi anggota badan dan posisi tubuh serta kondisi lingkungan ketika gerakan itu dilakukan. Potongan kedua melibatkan respon spesifikasi atau parameter yang digunakan dalam pelaksanaan gerak, seperti kecepatan dan kekuatan anda. Berikutnya penerimaan oleh alat indra lalu diikhtisarkan dalam bentuk informasi atau feedback. Terakhir, keberhasilan respon sesuai dengan tujuan awal. Hal ini dikenal sebagai hasil respon.

Keempat sumber informasi secara singkat disimpan dalam memori setelah terjadinya gerak, agar performer bisa menganalisa hubungan di antara mereka. contoh, pada lemparan pertama, kondisi awal (misalnya posisi awal), spesifikasi respon (nilai parameter  untuk program ini), indra ( apa yang dirasakan oleh sistem indra), dan hasil respon (bola memantul keluar dari keranjang) dan hubungan antar satu sama lain dinilai, mengarah pada satu kesimpulan bagaimana melaksanakan tugas tersebut dengan sukses. Skema telah mulai berkembang. Tidak hanya terjadi pada tiap-tiap usaha tambahan, tapi hubungan yang dihasilkan sudah dikembangkan dalam skema yang ada. Oleh karena itu, kekuatan hubungan keseluruhan meningkat pada setiap usaha. Hasilnya adalah pengembangan respon skema gerak, yang terdiri dari dua hubungan tersebut, yaitu skema ingatan dan skema pengenalan.
Skema  ingatan bertanggung jawab untuk mengatur kemampuan program gerak  untuk memulai dan mengontrol gerak yang diinginkan. Ketika individu berusaha melakukan suatu gerak, hasil akhir dan kondisi awal juga  perlu dipertimbangkan. Skema ingatan kemudian dipilih berdasarkan hubungan antara hasil aktual dan spesifikasi respon yang telah dikembangkan melalui pengalaman masa lalu dengan gerak serupa. Dari hubungan ini, penampil menentukan spesifikasi apa yang akan diperlukan untuk mencapai tujuan akhir. Individu kemudian menjalankan program gerak sesuai dengan nilai parameter yang ditentukan, lalu pelaksanaan gerak.

Skema pengenalan disusun berdasarkan hubungan antara kondisi awal, hasil aktual masa lalu dan kesimpulan sensorik terdahulu serta bertanggung jawab atas evaluasi gerak. Satu set kesimpulan sensorik diharapkan dapat menjadi perkiraan terbaik dari sensorik gerak yang dihasilkan sebagai hubungan antara hasil dan konsekuensi sensorik. Dengan membandingkan sensor feedback aktual gerak awal terhadap feedback sensoris yang diharapkan, performer dapat menilai ketepatan gerak. Sinyal  error muncul saat  terjadi ketidakcocokan antara feedback dan kebenaran referensi. Tanda eror ini memberikan  informasi bagi penampil untuk memperbarui skema ingatan. Informasi tambahan yang diberikan oleh guru atau pelatih juga berfungsi untuk memperbarui skema ingatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s