Pemimpin dan Peran


Dalam rangka meningkatkan kelancaran penyelenggaraan pemerintah dan mencapai tujuan pembangunan nasional sebagaimana diharapkan secara berdaya guna dan berhasil hal ini sangat bergantung ada kesempumaan peranan aparatur negara dalam melakukan tugas dan kewajibannya sebagai perencana dan pelaksana pembangunan, sehingga pelaksanaan pembangunan menjadi prioritas utama. Untuk itu dibutuhhan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdisiplin tinggi agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik guna mencapai efektifitas kerja yang diharapkan dan tujuan yang telah ditetapkan.

Demikian pula halnya dengan pemerintah wilayah kabupaten di dalam pelaksanaan tugas pemerintah pembangunan dan kemasyarakatan dilengkapi dengan adanya aparat-aparat yang telah dibagi dalam tugas dan fungsinya masing-masing. Di lain pihak dalam pelaksanaan pemerintah dan pembangunan tersebut perlu didukung oleh iparat yang berkualitas, berdedikasi dan berdisiplin tinggi dalam rangka mencapai hasil yang baik dan sesuai dengan tujuan namun kenyataan bahwa dalam pelaksanaan tugas terkadang pemerintah terhalang dalam pencapaian tujuan yang dikarenakan kualifikasi mentalitas dan kapasitas manusia yang kurang memadai.

Selain itu juga perlu dikembangkan suasana dan kondisi yang dapat meningkatkan peran aparatur negara sebagai pelaksana pemerintah yang dapat melayani masyarakat dengan baik, untuk menjamin agar kegiatan-kegiatan organisasi pemerintah di setiap tingkatan pemerintahan termasuk para anggota legislatif berjalan lancar sehingga tercapai tujuan yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makrnur. Selain diadakan penyempurnaan dan penertiban keanggotaan, yang tidak kalah pentingnya adalah peran aktif seorang pemimpin.

Seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai (2004 : 148) kepemimpinan diartikan sebagai “kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pemimpin satuan kerja untuk mempengaruhi prilaku orang lain, terutama bawahannya, untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui prilaku yang positif la memberikan sumbangan uyata dalam pencapaian tujuan organisasi”.

Dari pendapat tersebut dapat diambil pengertian bahwa peranan pemimpin dalam suatu organisasi sangatlah penting guna membangkitkan dan memelihara sikap gairah kerja yang selalu menginginkan perbaikan. Dalam kedudukan tersebut pemimpin merupakan penggerak dalam suatu organisasi. Sehubungan dengan pentingnya peranan kepemimpinan dalam suatu organisasi pemerintah, khususnya legislative, kemampuan kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan peran dan fungsi legislatif, pembangunan dan pembinaan wilayah.

Oleh karena itu sebagai pemimpin organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh para wakil dan anggota. Untuk mencapai tujuan organisasi maka seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi, mendorong, membina, serta meningkatkan motivasi kerja bagi para anggotanya atau bawahannya. Sehingga seluruh anggota dapat bekerja dengan semangat tinggi dan mendapatkan hasil yang lebih baik guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sebagai bentuk lembaga pemerintahan dalam menjalankan fungsinya selalu menginginkan hasil kerja yang optimal. Setiap diri bawahan diperlukan semangat kerja dan motivasi kerja yang semuanya akan dapat tercipta apabila bawahan tersebut terdorong dengan motivasi yang diberikan oleh pimpinan. Motivasi kerja dirasakan sebagai suatu yang harus ditingkatkan dalam membentuk perilaku organisasi legislatif, perilaku individu didalamnya dan membentuk citra organisasi sebagai pelayan masyarakat. Jadi usaha untuk meningkatkan motivasi kerja bagi anggota legislatif mempunyai arti yang sangat dalam yaitu suatu hal yang mendorong atau menggerakan untuk berperilaku dengan cara tertentu.

Motivasi yang positif akan menimbulkan kegairahan kerja yang tinggi dalam pemenuhan kebutuhan pegawai baik kebutuhan materiil maupun kebutuhan spiritual, selain itu pertumbuhan dan perluasaan kegiatan-kegiatan pemenntah benar-benar menuntut lebih banyak orang-orang yang bermutu tinggi, berbakat, berpengetahuan, berketrampilan, berpengalaman cukup. Dan sudah pasti bahwa orang yang berkualitas dan mempunyai syarat-syarat tersebut akan mengajukan tuntutan agar dapat memenuhi kebutuhan mereka yang lebih besar dan tinggi secara lebih memuaskan pula.

Dalam menghadapi motivasi pegawai, pemimpin harus tahu bahwa manusia itu bersifat dinamis, yaitu senantiasa berubah keinginan, kemauan, kebutuhan dan tuntutannya, maka dari itu seorang pemimpin perlu setiap saat berusaha mengetahui apa yang menjadi keinginan pegawainya, terutama dalam hubungan antar pegawai tersebut dengan pekerjaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s