Sahabat dan Secangkir Kopi


By. Hamiddin Syam

Sahabatku

Secangkir kopi dan percakapan
Menjadi kisah kita di kala senja
Sejak wajahmu menjelma traffic light
Di persimpangan doaku

Sahabatku
Sore ini dari garis di wajahmu
Kulihat kepingan-kepingan letih itu menjadi cerita
Untuk sesekali bertemu, denganku, dengan kenangan kita
Saat kita mengaduk percakapan dalam sekental kopi rindu
Di warung belakang kampus, dimana usia kita jarang kita urus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s