Chicago: “The Windy City”


Daun-daun mulai menguning dan memerah. Banyak pula yang mulai berjatuhan membuat indah setiap jengkal jalan dan pandangan mata. Betapa Tuhan maha kuasa yang telah mengubah warna daun semakin merona. Bagaimana bisa warna hijau teduh seketika menjadi merah merona?

Musim gugur 2015, tepatnya bulan Oktober saya sangat menikmati indahnya daun berguguran di Amerika. Pengalaman pertama selama hidup menyaksikan angin yang menghembuskan daun-daun hingga menjadi karpet warna-warni, ditambah suhu sejuk hingga empat derajad celcius, romantis!. Jadwal kuliah semakin padat mendekati ujian tengah semester. Semester pertama memang membuat saya kalang kabut. Begitu jauh saya tertinggal dari teman-teman sekelas yang datang dari berbagai negara dan latar belakang. Belum lagi kemampuan Bahasa Inggris saya yang pas-pasan. Semakin sulit saja kuliah di Amerika!. Pernah merasa kemampuan Bahasa Inggris semakin hancur di tengah-tengah bule Amerika? Seperti tikus yang bingung untuk makan di dalam lumbung padi. Itulah yang saya rasakan selama satu semester di sini. Padahal saya punya ijazah S2 pendidikan Bahasa Inggris. Budaya akademis yang baru, lingkungan baru, dan tantangan yang baru membuat saya harus berlari kencang mengejar ketertinggalan, menyesuaikan diri.

Hingga tiba waktu libur tengah semester, saya pikir ada baiknya sedikit bernapas. Istirahat sejenak melepas penat, sambil menikmati pemandangan daun-daun yang terbawa angin. Jadilah saya menyusun trip ke Chicago bersama beberapa teman. Selain niat jalan-jalan, trip ke Chicago ini juga sekalian untuk lapor diri. Sudah kewajiban sebagai warga negara Indonesia untuk melapor diri ke KJRI terdekat di Amerika agar terdata dan mendapat informasi penting terkait ke-imigrasi-an.

20151022_132127
Daun Musim Gugur 2015

Perjalanan ke Chicago kami mulai dari Columbus dengan bus Greyhound yang di tempuh selama 5-6 jam. Terminal Greyhound yang berlokasi di 111 East Town St, Columbus tampak ramai. Terminalnya bersih, teratur, dan nyaman. Ramainya karena penumpang loh, bukan calo tiket!. Gak ada tuh yang nyari-nyari penumpang kaya di terminal Indonesia. Semua tiket bisa di beli online atau langsung di loket tiket di terminalnya. Sepertinya hanya bus Greyhound yang punya terminal di sini. Bus-bus lain punya titik khusus untuk menjemput penumpangnya. Kebetulan kami dapat tiket murah dari Greyhound, hanya $26.

Chicago dijuluki kota berangin atau “the Windy City” karena memang setiap pengunjung akan merasakan angin segar yang bertiup dari Lake Michigan. Tapi ini bukanlah alasan sejarah Chicago terkenal sebagai kota berangin. Orang lokal justru menganggap julukan ini sebagai stereotype. Julukan the Windy City muncul pertama kali pada tahun 1833 – 1950 ketika seorang editor surat kabar the New York Sun, Charles A. Dana, menulis editorialnya dengan mendeskripsikan Chigago is a windy city. Alasannya karena banyak politisi papan atas Amerika pada saat itu berasal dari Chicago dan sering kali menjadi tokoh berpengaruh. Sebut saja Mayor Levi Boone, John Wentworth, dan Abraham Lincoln yang namanya sangat mahsyur pada abad 19 sampai sekarang.

Kami menghabiskan 3 hari dua malam di Chicago. Mengunjugi KJRI untuk wilayah Mid-Western Amerika, menyusuri sungai Lake Michigan, menikmati keramaian Navy Pier, kemegahan The Cloud Gate atau the Bean, menghabiskan waktu di Museum of Art Institute, Skydeck – Willis Tower, kuliner di China Town, Shedd Aquarium, masih banyak lagi. Sesuai prinsip backpacker ala Indonesia, waktu singkat, pengeluaran ketat, tapi menjejak banyak tempat.

dsc00350
Landscape between Navy Pier, Shedd Aquarium, and Downtown Chicago, IL.

AirBnB menjadi pilihan untuk nginap karena terjangkau dan bisa diisi ber-5 dalam satu kamar. Jadi sangat bisa menekan pengeluaran. Tapi hati-hati dalam memilih host dan lokasi. Pastikan review dari para traveler sebelumnya positif. Kami mendapat host yang baik, rumah yang nyaman, dan lokasinya aman sekalipun pulang larut malam. Seperti di kota-kota di Amerika pada umumnya, transportasi umum di Chicago sangat mudah dan nyaman. Cukup membeli tiket Ventra (Chicago Transit Authority) untuk 3 hari seharga $20, kami sudah bisa menikmati perjalanan subway atau bus kemana saja. Menariknya, kata Ventra sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “Windy”.

Kalau lagi jalan-jalan begini hilang rasa jenuh saat kuliah dan padatnya tugas-tugas dalam antrian. Apalagi mengunjungi Chicago yang menjadi setting film Batman; the Dark Knight. Udara dingin musim gugur ditambah suasana kota yang “windy” membuat kami semua harus gunakan jaket dan minyak angin😀 . Apalagi kalau ke The Bean di malam hari, sudah pasti kedinginan untuk orang tropis seperti kami. Chicago menyajikan suasana kota modern abad 21. Sangat cocok bagi mereka penikmat modern landscape and architecture. Kami memutuskan mengunjungi Skydeck, menara pencakar langit yang diklaim sebagai menara nomor dua tertinggi di Amerika dan ke 14 di dunia, di sore menjelang petang agar bisa menikmati pemandangan kota Chicago versi terang dan gelap. Tiketnya lumayan mahal, $40. Tapi sangat pantas dengan pengalaman yang diberikan.  Pengunjung juga disuguhkan dengan tontonan video sejarah berdirinya Skydeck, pusat belanja souvenir, dan yang paling menakjubkan, pengunjung bisa berdiri di jendela kaca transparan dengan pemandangan kota yang indah dan modern. Tentunya dapat mengabadikan momen hidup bahwa pernah ke Sears Tower ini. Kalau punya gejala sakit jantung, pasti bisa copot jantungya. Tips ke Skydeck: pastikan meluangkan waktu yang cukup kalau ingin melihat sunset dari menara yang tingginya 1.451 kaki ini. Antriannya lumayan panjang.

dsc00228
The Bean, Chicago, IL.
dsc00481
Lights over the Skydeck, Chicago, IL.

Genap sudah liburan tengah semester musim gugur 2015. Udara segar “The Windy City” memenuhi dada dan berhasil melepaskan lelah setengah jalan semester pertama kuliah di Amerika. Tuhan pasti tahu, bahwa hambanya ini sangat ingin kembali kemari, suatu saat nanti.

dsc00580
Fall 2015, Chicago, IL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s